CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 15 Desember 2013

ADHD (Attention Deficit Hypercactivity Disorder)

ADHD
ADHD(Attention Deficit Hypercactivity Disorder)
Gangguan Perkembangan Perilaku dan hiperaktifitas

ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak hingga menyebabkan perilaku anak yang berlebihan dan tidak lazim yang ditandai dengan gangguan pemusatan perhatian dan gangguan konsentrasi(in attention), berbuat dan berbicara tanpa memikirkan akibat(impulsif) dan hiperaktif yang tidak sesuai dengan umurnya.

ADHD adalah suatu kondisi yang pernah dikenal sebagai Attention Deficit Disorder (sulit memusatkan perhatian), Minimal Brain Disorder (ketidakberesan kecil di otak), Minimal Brain Damage (kerusakan kecil pada otak),Hyperkinesis (terlalu banyak bergerak/aktif) dan Hyperactif (hiperaktif).

Kejadian ADHD di seluruh dunia bisa mencapai 3-5% dan kebanyakan penderita ADHD adalah laki-laki.

Beberapa ahli menyatakan bahwa faktor yang sangat berperan dalam timbulnya ADHD adalah faktor genetik.Selainitu gejala ADHD juga dikaitkan dengan lingkungan nonshared (nongenetic), termasuk alkohol dan asap rokok selama kehamilan. Rokok yang mengandung nikotin bisa menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen)untuk janin dalam kandungan Namun ada teori lain yang mengasumsikan konsumsi gula atau zat aditif yang berlebihan sebagai penyebab ADHD.Selain itu asupan gizi, hormonal dan disfungsi metabolism bisa menjadi penyebab ADHD.

Gejala ADHD sudah dapat dilihat sejak bayi,seperti sensitive suara dan cahaya, menangis dan suka menjerit dan sulit tidur.Sulit makan ASI dan minum ASI. Tidak suka digendong, bahkan seringkali membenturkan kepala dan sering marah yang berlebihan (temper tentrum).Gejala yang sering terlihat pada anak yang lebih besar, sulit berkonsentrasi(rentang konsentrasi pendek), sangat aktif dan selalu bergerak, impulsif, cenderung penakut dan terlihat tidak percaya diri. Pada beberapa anak terlihat sangat cerdas, namun prestasi belajar tidak prima.

Untuk mempermudah diagnosis pada ADHD harus memiliki tiga gejala utama yang nampak pada perilaku anak, yaitu:
Inatensi (kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian)
Hiperaktif (perilaku yang tidk bisa diam)
Impulsive (kesulitan untuk menunda respon/dorongan untuk mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak sabar)

Sumber: Yahoo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar